Selamat datang di artikel asli buatan manusia bukan AI! Bulan agustus akan tiba dengan menghitung hari. Bahkan mungkin anda membuka tulisan ini sudah masuk di bulan Agustus. Kenapa bulan Agustus menjadi bulan yang dibahas, sepernting apakah?
Tentu ini penting kita bahas bersama, karena Agustus di Indonesia tidak hanya sebagai bulan dalam rangka peringatan tapi juga bulan yang erat berhubungan dengan kebangkitan ekonomi. Jadi tentu tidak hanya nilai nasionalisme peringatan saja tapi juga secara real.
Secara peringatan kita semuanya pasti sudah tau, bahwa bulan Agustus adalah bulan Kemerdekaan Indonesia atau sering disebut HUT RI. Di tahun ini Indonesia sudah memasuki umur ke 80. Jadi peringatan tahun ini adalah HUT RI ke-80.
Secara nyata nilai dari Indonesia itu sendiri adalah pada kesejahteraan rakyatnya. Tidak ada artinya perayaan yang meriah tapi rakyat tidak Sejahtera. Tapi di bulan Agustus, ini seringkali menjadi waktu bangkitnya ekonomi yang merupakan benih utama kesejahteraan rakyat.
Twibbon HUT RI Ke-80, peringatan hingga nasionalisme bentuk nyata
Memeringati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini memang menjadi rutunitas tahunan masyarakat Indonesia. tapi apkah penting peringatan seperti ini? Kalau soal penting tidaknya tentu ada banyak pentingnya dan juga ada tidak pentingnya.
Pentingnya, Masyarakat Indonesia ini sudah melekat dalam kehidupannya sistem perayaan atau pengistimewaan waktu (baik bulan maupun hari). Pada masyarakat yang berbudaya seperti ini memang lebih efektif memanfaatkan moment seperti ini untuk membuat banyak perubahan.
Acara-acara di bulan Agustus ini, yaitu di peringatan HUT RI ini, ini sangat banyak sekali nilai positifnya. Mulai dari acara acara yang membangkitkan kebersamaan, ketangkasan, kecerdasan, kesenian, hingga kebersihan, yang mana di bulan-bulan sebelumnya tidak ada.
Bayangkan! Jika di bulan Agustus ini dipakai benar benar untuk fikus perubahan Masyarakat yang lebih baik bukan hanya soal perayaan dan peringatan saja yang sering kali hanya tempale. Ini bisa menjadi kesempatan besar yang sangat efektif untuk membangkitkan keterpurukan yang selama ini menjadi permasalahan utama masyarakat negeri ini.
Kita bisa lihat bagaimana ketangkasan, kebersamaan, keceradasan, kedisiplinan, kesenian, kebersihan dan lainnya yang sering jaranng terlatih di Masyarakat. Karena banyak masyarakat yang sebetulnya tak tahu arah kemana mereka mau melakukan apa dan untuk apa. Sehingga banyak masyaarakat yang terbelenggu peda ruutinitas yang kutang bernilai.
Lomba kebersihan, yang tadinya masyarakat acuh pada kebersihan, dengan ini dipaksa dengan kesadaran untuk berlomba menjalankan kebersihan, mereka akan tahu bagaimana rasanya lingkungan yang bersih dan juga tertata. Ini akan lebih efektif untuk menunjukan pentingnya kesadaran pada kebersihan, bukan hanya slogan-slogan perintah dan larangan.
Lomba public speaking atau berbicara di depan umum, kita tahu banyak sekali orang-orang yang sangat minder bahkan tak punya kemampuan untuk berbicara di hadapan public. Bayangkan, setiap warga diberi kesempatan untuk berbicara secara public. Ini seperti mengajak masyarakat kembali ke sekolah.
Kita tahu, bahwa pendidikan masyarakat yang terorganisir ini terputus setelah mereka lulus dari bangku pendidikan. Yang dulu masih ada yang mengatur untuk Latihan ini itu, sekarang sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya diri sendiri, itupun hanya bagi orang-orang yang mau berkembang. Sisanya, ya banyak yang berjalan tanpa arah.
Semakin masyarakat terbiasa berbicara di depan umum, ini akan melatih kemampuan dan kebernian masyarakat dalam mengungkapkan segala permasalahan yang ada. Tentu ini akan menghidupkan nilai-nilai demokrasi yang selama ini mati dan dipenuhi kepalsuan.
Lomba kebersihan? Ya tentu lomba ini jauh lebih bagus daripada lomba makan kerupuk yang tidak ada nilainya. Di masyarakat banyak yang hanya mendapat nasihat kebersihan ini hanya sampai di sekolah saja, setelahnya sangat jarang bahkan entahlah.
Banyak sampah yang masih terbuang sembarangan hingga menumpuk. Parahnya dibuang di lahan orang dan juga di sungai. Ini tandanya masyarakat kita minus kebersihan dan minus moral juga. Adanya lomba kebersihan di bulan Agustus ini menjadi kesempatan untuk memaksa masyarakat sadar dengan praktik langsung berlomba-lomba untuk menjadi yang paling bersih. Karena kesadaran umumnya muncul setelah orang mengalaminya.
Yang terakhir adalah soal perayaan HUT RI ke-80 ini. Bagaimana cara merayakannya? Tentu merayakannya bukan membuat tontonan musik yang tidak sesuai untuk anak-anak yang sering kali terjadi di masyarakat. Yang lebih cocok adalah dengan pentas seni yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Karena inilah cara membangun seni. Bukan hanya melihat dan joget-joget yang tak punya arti.
Lalu bagaimanakah cara memeringati dan merayakannya dengan yang paling mudah tapi punya nilai yang positif? Jawabannya adalah dengan menggunakan TWIBBON INI! Di bawah ini adalah contoh twibbon-twibbon pihan yang bis akita gunakan secara GRATIS!




